MAHASISWA KKN UNEJ BERBAGI PRAKTIK TERBAIK TINGKATKAN NILAI TAMBAH UBI MADU DI KAMPUNG HALAMAN

Kamis, (26/08/2021:08.00 WIB) Mahasiswa Kelompok KKN atau Kuliah Kerja Nyata melakukan program pengabdian kepada masyarakat. KKN saat ini dinamakan dengan KKN BTV (Back to Village) yang ke 3. KKN BTV merupakan KKN yang dilaksanakan di desa masing-masing, hal tersebut dikarenakan dampak dari penyebaran virus Covid19. KKN BTV 3 diselenggarakan selama 1 bulan atau 30 hari. Salah satu kelompok KKN BTV 3 ini yaitu, Kelompok 14 yang dipimpin oleh dr. Yudha Nurdian, M.Kes selaku DPL (Dosen Pembimbing Lapangan). Salah satu mahasiswa dari kelompok tersebut adalah Saudi Efendi yang melakukan KKN di desa Patemon, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso, dengan tematik Pemberdayaan Wirausaha Masyarakat Terdampak Covid19.

Sejak adanya pandemi covid19 ini tentunya sangat berdampak pada masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Salah satu pelaku usaha tersebut adalah usaha Ubi Madu yang berada di desa Patemon, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso. Usaha tersebut masih belum berkembang, dikarenakan usaha tersebut hanya menjual produk mentahan dan produk oven saja. Padahal Ubi Madu dapat diolah menjadi produk jadi yang menarik. Kandungan Ubi Madu juga baik untuk yang mengkonsumsinya. Salah satu manfaat Ubi Madu adalah meningkatkan kekebalan tubuh. Tentunya hal tersebut sangat bermanfaat pada masa pendemi saat ini.

Berdasarkan permasalah tersebut, mahasiswa KKN BTV 3 Kelompok 14 yang bernama Saudi Efendi tertarik untuk membantu pelaku usaha Ubi Madu. untuk melakukan sebuah inovasi produk baru pada Ubi Madu. Sehingga ubi madu tersebut dapat dimanfaatkan menjadi produk inovasi lain yang dapat berkembang menjadi usaha mandiri bagi masyarakat kedepannya. Dengan demikian dengan adanya inovasi produk tersebut diharapkan dapat meningkatkan penghasilan masyarakat.

Program kerja yang dijalankan oleh Saudi Efendi yaitu Inovasi produk Olahan Ubi Madu. Metode pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Tahap pertama yang dilakukan ada survey dan meminta izin kepada pemilik usaha untuk mengadakan KKN. Tahap berikutnya adalah sosialisasi dan pelatihan terkait inovasi produk olahan ubi madu. Sosialisasi yang diberikan berupa apa itu inovasi, manfaat dan tujuan inovasi dan contoh inovasi. Setelah melakukan sosialisasi dan pelatihan maka dilanjutkan dengan implementasi inovasi dalam pembuatan produk.

Pelaku usaha juga akan diberikan pendampingan pelatihan mengenai pentingnya inovasi kemasan seperti logo kemasan, agar dapat meningkatkan kreativitas pelaku usaha. Pelatihan dilanjutkan dengan edukasi terkait membuat foto produk yang menarik, agar produk ubi madu tersebut diminati oleh konsumen. Hal – hal tersebut merupakan hal yang penting bagi pelaku usaha agar produknya memiliki nilai lebih oleh konsumen.

Inovasi produk yang di buat oleh Saudi Efendi adalah Stik Ubi Madu. Stick ubi madu adalah salah satu dari inovasi pemanfaatan ubi madu menjadi camilan yang sehat, selain cara pengolahan yang mudah biaya yang dikeluarkan juga tidak banyak. Stik Ubi Madu diolah dengan memakai bahan dasar ubi madu yang. Komposisi bahan pembentuk stick ubi madu diantaranya ubi madu, tepung terigu, mentega, telur, garam dan minyak goreng. Pengolahan camilan ini dilakukan melalui beberapa tahapan antara lain pemilihan ubi madu, pembersihan, pengukusan ubi madu, pengupasan ubi madu, penggilingan ubi madu, pencampuran ubi madu dengan adonan tepung dan lain lain, pencetakan adonan menjadi bentuk stik panjang, dan penggorengan adonan yang telah dicetak.

Dari program kerja ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan edukasi tentang manfaat inovasi produk olahan. Inovasi Produk Olahan Ubi Madu berupa stik ubi madu ini diharapkan dapat mengangkat perekonomian pelaku usaha, serta diharapkan dapat mendorong kreativitas agar dapat terus mengembangkan produk dan menciptakan produk – produk baru yang menarik